Apa Sich Manajemen Itu?


a. Definisi Manajemen

Dalam buku Human Resource Management, istilah manajemen didefinisikan “The process of efficiently achieving the objectives of the organizaion with and trough people”. Manajemen adalah proses mengefiesienkan pencapaian berbagai tujuan organisasi dengan dan melalui orang lain (David A. Decenzo dan Stephen P. Robbin, 1999: 5). Untuk mencapai beberapa tujuan yang dimaksud manajemen membutuhkan beberapa komponen yang sering disebut fungsi-fungsi manajemen seperti; Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

Mary Parker Follet dalam Husaini Usman mendefinisikan manajemen sebagai “The art of getting things done through people“, manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain (Husaini Usman, 2004: 3). Definisi ini mengindikasikan bahwa seorang yang menggunakan menajemen harus mampu melakukan upaya menggerakkan orang lain dengan cara-cara dan pendekatan tertentu agar orang lain dapat menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.

Menurut Terry (1977: 4) manajemen adalah “a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human beings and other resources”. Arti kutipan tersebut adalah sebuah proses yang jelas atau nyata yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang ditampilkan untuk menentukan dan mencapai tujuan dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Sapre, seperti dikutip oleh Tony Bush (2003: 1) menyatakan bahwa manajemen “a set of activities directed towards efficient and effective utilization of organizational resources in order to achieve organizational goals’., yaitu seperangkat aktivitas yang diarahkan untuk effisiensi dan keefektifan kegunaan sumber daya organisasi agar dapat mencapai tujuan organisasi.

Keempat pendapat tentang pengertian manajemen di atas memiliki titik temu yang sama dalam hal memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen.

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan (Suharsimi Arikunto, 1988: 36). Adapun fungsi-fungsi manajemen yang dimaksud yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

1) Fungsi Perencanaan

Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan organisasi secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan dengan baik (Oemar Hamalik, 2006: 32).

Perencanaan pada dasarnya persiapan penyusunan suatu keputusan langkah-langkah penyelesaian masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah untuk mencapai tujuan. Dalam perencanaan, seorang manajer harus melakukan serangkaian kegiatan antara lain; a) menyusun alternatif tindakan yang dapat dilakukan, b) menilai alternatif tindakan tersebut, c) memilih salah satu alternatif terbaik untuk dilaksanakan. Apabila alternatif telah dipilih, maka ia menjadi milik dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkannya guna mencapai tujuan (Hadari Nawawi, 1984: 16).

2) Fungsi Pengorganisasian

Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil (Husaini Usman, 2004: 142).

Pada saat mengorganisir, seorang manajer harus membangun hubungan yang efektif di antara para bawahan sehingga mereka mampu bekerja sama secara efisien dan memperoleh kepuasan dalam melaksanakan tugas-tugas dalam kondisi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan.

Ada tiga langkah yang dapat dilakukan dalam proses pengor-ganisasian, yaitu:

a) Perincian seluruh pekerjaan yang harus dilakukan, perincian peker-jaan dapat berupa pekerjaan administrasi, pekerjaan pembelajaran, pengajaran, produksi, dan lain-lain.

b) Pembagian beban pekerjaan tugas organisasi hendaknya dibagi menjadi berbagai pekerjaan khusus yang memiliki aktivitas tertentu.

c) Pembentukan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota dalam kesatuan yang terpadu dan harmonis (Hadari Nawawi, 1984: 27)

3) Fungsi Pengarahan

Pengarahan merupakan suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi (Toni Handoko, 2006: 340). Pengarahan (leading) artinya meng-gerakkan orang- orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif dan efisien. Untuk menggerakkan orang-orang dibutuhkan kehadiran pemimpin (leader) yang mampu mengarahkan.

Pengarahan merupakan usaha untuk memberikan penjelasan, petunjuk serta pertimbangan dan bimbingan kepada petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar. Pengarahan oleh pemimpin dapat berupa:

a) Pemberian petunjuk untuk melakukan sesuatu kegiatan.

b) Pemberian penjelasan mengapa pekerjaan itu perlu dikerjakan dan urutan prioritas penyelesaiannya.

c) Pemberian penjelasan tentang bagaimana seharusnya pekerjaan dikerjakan.

d) Pemberian sarana dan sumber yang dapat dimanfaatkan.

e) Pemberian koreksi atas kegiatan personal agar mereka dapat melaksanakan tugasnya secara efisien.

f) Pemberian petunjuk tentang standar penilaian terhadap proses dan penilaian suatu tugas (Suharsimi Arikunto, 1988: 42).

4) Fungsi Pengendalian

Pengendalian  dapat dimaknai sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan organisasi dan manajemen dapat tercapai. Tahap-tahap dalam proses pengawasan sebagai berikut:

a) Pelaksanaan standar pelaksanaan pengawasan

b) Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan.

c) Pengukuran plaksanaan kegiatan nyata.

d) Pembagian pelaksanaan kegiatan dengan standar serta menganalisa penyimpangan-penyimpangan.

e) Pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan (Toni Handoko, 1999: 361).

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa pengendalian merupakan kegiatan memantau penampilan kerja berjalan sesuai dengan rencana melalui standar pengukuran agar tercapai tingkat efektifitas kerja dan tingkat efisiensi penggunaan sumberdya yang digunakan.

This entry was posted in Artikel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s